Jumat, 20 Juli 2018

PUISI CINTA



CINTA

Cinta kenapa kau tinggalkn aku?
Tak kan ada cinta seperti dirimu lagi
Saat aku sendiri, kau malah semakin menjauh
Ku begitu ingin kau memelukku untuk terahir kalinya


Aku begitu menyayangimu walaupun aku tau kau takkan pernah peduli
Aku masih merindukanmu walaupun aku tau kau terus menjauhi aku
Aku takkan sanggup menghapus segala bayangmu
Tapi kini kurelakan kau pergi dariku


Kegembiraan yang dulu kurasakan saat memilikimu telah berubah menjadi kesedihan karna kehilanganmu


Mengapa diriku takkan pernah bisa melupakanmu?
dan mengagumi dirimu yang selalu ada di fikiranku
Mungkin salahku juga terlalu mencintaimu sepenuh hatiku


Kuratapiku kisahku dengan air mata
Kurenungi kisah kita dengan tangisanku
Hati ini terlalu sakit karna cintamu


Serpihan demi serpihan luka ku rasa,
kepingan demi kepingan tentang kita slalu ku ingat
Semakin ku kenang semakin hancur hati ini
Tapi mengapa sampai sekarang aku masih bisa mencintaimu?


Pilar-pilar luka meleleh, harapan cinta mengental
Mencoba menghentikan tangis dan menghapus air mata di pipi


Mengapa luka ini membuatkku makin cinta
Kapankah air mata ini menjadi air mata yg bening dan tak keruh?
Kapankah derai tangisku terhenti menjadi setetes dan terahir?
Seharusnya aku tak perlulah kutangisi, seharusnya ku kuat
seharusnya aku tak perlu ku taruhkan air mata ini hanya demi satu kenangan dan masa yang telah pergi


Tapi mengapa, mengapa sampai sekarang aku tak bisa melupakannya?
Mengapa terus jatuh dan menumpah air mata yg perihkan hati ini
Hatiku sekarang menjadi perasa
Air mata ini jatuh, jatuh untuk cinta yang telah mengabaikanku
Mataku yang menjadi saksi bagaimana air mataku jatuh untuknya
Air mataku terus jatuh terlalu banyak dan menderai
Terlalu lama menetes dan terus menumpah


Aku sendiri bersama keluh kesahku
Yang tenggelam oleh suara tangisku
Bersama serpihan hati yang kan kubawa sampai aku mati.